Di pasar, sampo yang beragam dan berwarna-warni, Anda bisa ambil satu botol acak, delapan dari sepuluh kemungkinan mengandung bahan herbal. Di Beijing, wartawan melakukan survei kasar terhadap sampo yang dijual di supermarket tertentu, ternyata dari 10 jenis sampo merek yang sama, 8 jenis mengandung bahan herbal, sementara dari merek lain yang memiliki 8 jenis sampo, 5 jenis mengandung bahan herbal. Dalam sampo yang mengandung bahan herbal ini, nama-nama seperti Heishouwu, wijen hitam, ginseng, sabun kacang, dan mint paling sering muncul, hampir semua merek memiliki komponen tersebut. Apakah bahan herbal ini benar-benar berfungsi untuk perawatan rambut? Bagaimana konsumen memilih sampo dengan komposisi berbeda? Dokter Ni Qing dari Departemen Endokrin Rumah Sakit Guang'anmen Akademi TCM memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan ini. Dokter Ni Qing percaya bahwa pemilihan sampo yang mengandung bahan herbal harus disesuaikan dengan jenis rambut dan kondisi tubuh Anda. Orang dengan rambut kering sebaiknya memilih sampo yang mengandung ginseng, untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan rambut untuk tumbuh. Lansia dan orang yang mengalami rambut putih sejak muda sebaiknya memilih sampo yang mengandung Heishouwu, yang dapat membantu mengisi darah dan ginjal, serta mengobati rambut putih. Wijen hitam dan bahan lainnya memiliki fungsi mengisi darah dan ginjal, merangsang tumbuhnya rambut, menghitamkan rambut, serta melembutkan rambut. Jika Anda memiliki rambut berminyak, terutama yang mengalami rambut rontok karena produksi minyak berlebih, sebaiknya pilih sampo sabun kacang, karena dapat membersihkan minyak dan mengurangi gatal. Dari segi sifat obat herbal, ginseng, Heishouwu yang telah diproses, jahe, termasuk obat herbal bersifat hangat, memiliki efek tonik yang dapat menyehatkan rambut. Sedangkan sabun kacang, Heishouwu segar, mint, termasuk obat herbal bersifat dingin, dapat menghilangkan panas lambung dan panas darah, memiliki efek menghilangkan lemak, serta membantu mengobati rambut rontok karena minyak berlebih. Oleh karena itu, jika ingin membuat rambut Anda "diberi nutrisi herbal", Anda harus memahami jenis rambut Anda sendiri, serta sifat obat herbalnya. Misalnya, ibu yang baru melahirkan tidak boleh memilih sampo yang mengandung mint dan bahan herbal dingin lainnya, sampo jahe lebih cocok. Beberapa pembaca mungkin bertanya, jika ingin mencapai tujuan perawatan rambut melalui herbal, apakah lebih baik langsung mengonsumsi herbalnya? Dokter Ni Qing berkata bahwa bahan herbal ini dapat diserap melalui saluran pencernaan maupun melalui kulit. Meskipun absorpsi melalui dua jalur ini berbeda, keduanya tetap efektif. Secara umum, bahan herbal yang bisa diminum juga bisa digunakan secara eksternal, sebaliknya tidak selalu benar. Jika diperlukan, sebaiknya sering mengonsumsi wijen hitam, atau minum air rebusan bunga mawar, Heishouwu, yang tidak hanya berguna untuk menguatkan tubuh, tetapi juga untuk merawat rambut dan kulit kepala. Harap diingat, karena keterbatasan teknologi, beberapa produsen sampo tidak melakukan pemurnian bahan herbal dengan baik, sehingga tidak hanya tidak memberikan efek perawatan rambut, bahkan bisa menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, konsumen sebaiknya memilih produk dengan reputasi tinggi dan terpercaya.
|