Tidak perlu mencari buah rahasia di hutan hujan tropis, juga tidak perlu "pil biru kecil", di lemari dan kulkas Anda sudah bisa menemukan "viagra alami" yang dapat meningkatkan kemampuan seksual. Cobalah langsung sekarang. "Bibir merahmu yang seperti stroberi membuatku tergila-gila." "Aku ingin segera menelannya!" Kalimat-kalimat romantis seperti ini terasa terlalu panas. Namun kita tidak bisa menghindari kenyataan: hubungan antara "makan" dan "cinta" memang memiliki kaitan yang misterius dan halus. Keduanya tidak bisa dilepaskan dari lima indra manusia—penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, dan sentuhan. Bergabungnya keintiman yang memabukkan seperti sebuah makanan lezat yang penuh kepuasan, tak habis-habisnya, dan terus terasa. Merica: Bahan pedas yang paling sering digunakan. Merica tidak hanya membuat makanan pedas dan lezat, tetapi juga merangsang tubuh untuk melepaskan opioid internal, yang disebut hormon kebahagiaan. Kenari: Sejak abad ke-16, penggunaan bumbu pedas dalam memasak telah menjadi tren di Eropa. Bukan hanya karena rasanya pedas yang khas, tetapi lebih penting karena efek stimulasi seksualnya. Sereh: Akar tanaman sereh mengandung minyak atsiri 0,2%, sedangkan daunnya mengandung kadar minyak atsiri yang lebih tinggi, mencapai 2% hingga 6%. Minyak ini merangsang saluran kemih dan rahim, sehingga menimbulkan rangsangan seksual... Lada: Bumbu pedas ini memiliki fungsi menghilangkan rasa sakit, antibakteri, menghentikan kejang, dan menstabilkan sistem sirkulasi. Efek rangsangan seksual lada disebabkan oleh kandungan minyak atsiri dan alkaloid tumbuhan—piperin—yang kaya. Seledri: Mengapa sayuran ini dianggap sebagai agen peningkat hasrat seksual yang efektif? Hingga kini masih menjadi misteri. Mungkin karena seledri mengandung mineral dan vitamin esensial yang sangat kaya? Mungkin karena mengandung zat bernama "Butylphthalid", yang membuat tubuh rileks dan tenang.
|